Pages

Komodo Bakal Menang!

Headline

Memenangkan komodo sebagai tujuh keajaiban dunia, berarti juga sekaligus memenangkan pariwisata Indonesia.

"Menangkan Komodo, Menangkan Indonesia" adalah slogan Jusuf Kalla (JK) sebagai duta Komodo untuk memenangkan kadal raksasa, satwa endemik Taman Nasional Komodo, sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia kategori alam (New Seven Wonders of Nature).

Menurut Mantan Wakil Presiden RI tersebut, dengan memenangkan komodo, berarti juga sekaligus memenangkan pariwisata Indonesia.

"Jika komodo menang, maka otomatis pariwisata Indonesia akan ikut terangkat," ujar JK di acara makan malam bersama Pendukung Pemenangan Komodo (P2Komodo), perwakilan dari Yayasan New7Wonders (N7W), media dan blogger di Restoran Merah Delima, Jakarta, beberapa waktu lalu.

JK juga menyatakan, kemenangan komodo akan menjadikan hewan lintas era itu sebagai ikon pariwisata Indonesia yang baru. "Pada akhirnya, kemenangan komodo akan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur," papar JK.

Jika komodo berhasil masuk menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia kategori alam, tidak sedikit keuntungan yang bisa dituai Indonesia.

Pertama, kebanggaan menjadi bagian dari lingkaran eksklusif New 7 Wonders, negara dengan keajaiban dunia yang diakui oleh masyarakat global.

Kedua, tentu saja keuntungan ekonomi. Dari hasil riset independen yang dilakukan Yayasan N7W disebutkan bahwa keuntungan yang didapat bukan jutaan melainkan miliar dolar yang disumbangkan oleh pariwisata.

"Orang-orang akan datang ke NTT dan melihat komodo bukan hanya karena hewan itu unik dan berhabitat di salah satu pulau terindah di dunia, melainkan karena itu merupakan pengalaman luar biasa," jelas Bernard Weber, Pendiri dan Chairman Yayasan New 7 Wonders.

Jean-Paul de la Fuente yang menjabat sebagai Director N7W Foundation, Head of Value Development menambahkan, banyak yang akan berkunjung ke NTT karena memiliki keterikatan emosional dengan komodo.

"Saya datang karena saya memilih, itu yang akan menjadi alasan mereka," terang de la Fuente sembari menyebutkan dari hasil studi Yayasan N7W untuk Tujuh Keajaiban Dunia Buatan Manusia, peningkatan pariwisata di negara destinasi bisa naik hingga 70%.

Komodo berhasil lolos menjadi 28 finalis Tujuh Keajaiban Dunia Kategori Alam, setelah mengalahkan 440 peserta dari 220 negara yang berpartisipasi.

Untuk itu, JK bersama-sama dengan P2Komodo mengadakan pekan Vote Komodo untuk mendukung pemenangan komodo sebagai New 7 Wonders of Nature sejak 1 November 2011, di antaraya melalui SMS "Ketik Komodo kirim ke 9818" dengan harga Rp0 per SMS. Adapun pengumuman pemenang New 7 Wonders of Nature akan dilakukan pada 11 November 2011.

Weber, yang menghadiri acara makan malam tersebut mengatakan ia ikut optimistis komodo bisa memenangi New 7 Wonders of Nature.

"Kesempatan komodo cukup baik, mengingat Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Jika semua bersatu dan mendukung komodo, bukan tidak mungkin Indonesia akan keluar sebagai pemenang," terangnya.

Pendapat Weber didukung de la Fuente, "Komodo sangat potensial menjadi pemenang karena punya banyak keuntungan, bukan hanya ikonik, komodo juga merupakan maskot apalagi sekarang komodo didukung duta yang karismatik seperti Jusuf Kalla," papar de la Fuente.

Kendati kampanye pemenangan komodo terus gencar dilakukan, rumor tidak sedap mengenai Yayasan N7W juga semakin santer terdengar, di antaranya mengatakan untuk berhenti memilih karena kredibilitas Yayasan N7W yang dianggap meragukan. Hal yang cukup merugikan sebenarnya, karena menghambat voting komodo dari masyarakat.

Sementara Penggagas kelompok Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild, tidak ingin berpolemik tentang eksistensi Yayasan N7W yang kini tengah hangat diperbincangkan.

"Memang banyak isu beredar, terutama di Indonesia," kata de la Fuente mengonfirmasi. "Namun saya hendak menegaskan bahwa isu itu tidak benar. Yayasan New 7 Wonders hanya berperan sebagai fasilitator dan sepenuhnya kemenangan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia terletak di tangan masyarakat negara itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut de la Fuente mengatakan bahwa keajaiban sebenarnya bukanlah terletak pada hewan-hewan unik maupun sejumlah tempat fantastis yang menjadi finalis, melainkan para pemilih (voters) itu sendiri.

"Keajaiban yang sebenarnya adalah para pemilih, mereka yang memilih melalui SMS, telepon, website ataupun jejaring sosial seperti facebook dan twitter, karena mereka secara bersama-sama menetapkan sebuah keajaiban," terang de la Fuente, sembari mencontohkan Laut Mati yang dipilih penduduk dari tiga negara sekaligus, Yordania, Israel dan Palestina.

"Bayangkan Israel dan Palestina yang selalu berperang, bisa bersama-sama saling mendukung menjadikan Laut Mati sebagai New 7 Wonders of Nature," ungkapnya.

New 7 Wonders of Nature merupakan tujuh keajaiban dunia kategori kedua yang dihelat Yayasan N7W. Voting pertama dengan kategori The Man-made Wonders of the World (Tujuh Keajaiban Dunia Buatan Manusia) dilakukan secara global di seluruh penduduk dunia melalui dunia maya, dengan supervisi para ahli di bidang terkait.

Dengan menggenggam 103 juta suara, hasil pertama dukungan suara global diumumkan pada deklarasi N7W di Lisbon, Portugal pada 07-07-2007, dihadapan 50.000 penonton dan jutaan pemirsa televisi seluruh dunia.

Pada kesempatan ini ditetapkan 7 Keajaiban Dunia Buatan Manusia hasil polling secara acak, yakni Tembok Besar China, Petra, Chichen Itza, Patung Kristus Penebus, Colosseum, Machu Picchu dan Taj Mahal. [mor]

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Komodo Bakal Menang!"

Posting Komentar